Minggu, 06 Maret 2016

Alangkah Indahnya Islam


Tema keindahan Islam sangat luas, panjang lebar sulit untuk diringkas dengan bilangan waktu yang tersisa. Sebelumnya, yang perlu kita ketahui adalah firman Allah.
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Qs. Ali Imran: 19)
Juga firman-Nya.
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ
“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima.” (Qs. Ali Imran: 85)
Jadi, agama yang dibawa oleh para nabi dan menjadi sebab Allah mengutus para rasul adalah dienul Islam. Allah mengutus para rasul untuk mengajak agar orang kembali kepada Allah. Para rasul datang untuk memperkenalkan Allah. Barang siapa menaati mereka, maka para rasul akan memberikan kabar gembira kepadanya. Adapun orang yang menentangnya, maka para rasul akan menjadi peringatan baginya. Para rasul diperintahkan untuk menegakkan agama di dunia ini.
Allah berfirman.
شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ
“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu ‘Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.’ Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.” (Qs. Asy-Syura: 13)
Islam adalah agama yang dipilih Allah untuk makhluk-Nya. Agama yang dibawa Nabi merupakan agama yang paripurna. Allah tidak akan menerima agama selainnya. Jadi agama ini adalah agama penutup, yang dicintai dan diridhaiNya.
Allah berfirman.
يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ
“Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.” (Qs. Asy-Syura: 42)
Sebagian ahli ilmu mengatakan, Sebelumnya aku mengira bahwa orang yang bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima taubatnya. Dan orang yang meridhoi Allah, niscaya Allah akan meridhoinya. Dan barang siapa yang mencintai Allah, niscaya Allah akan mencintainya. Setelah aku membaca Kitabullah, aku baru mengetahui bahwa kecintaan Allah mendahului kecintaan hamba pada-Nya dengan dasar ayat,
يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
“Dia mencintai mereka dan mereka mencitai-Nya.” (Qs. Al Maaidah: 54)
Ridha Allah kepada hambaNya mendahului ridha hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,
رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ
“Allah meridhoi mereka dan mereka meridhoi-Nya.” (Qs. At-Taubah: 100)
Dan aku mengetahui bahwa penerimaan taubat dari Allah, mendahului taubat seorang hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,
ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواْ إِنَّ
“Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya.” (Qs. At-Taubah: 118)
Demikianlah, bila Allah mencintai seorang manusia, maka Dia akan melapangkan dadanya untuk Islam. Dalam Shahihain, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda. “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidak ada seorang Yahudi dan Nasrani yang mendengarku dan tidak beriman kepadaku, kecuali surga akan haram buat dirinya.” (Hadits Riwayat Muslim)
Karena itu, agama yang diterima Allah adalah Islam. Umat Islam harus menjadikannya sebagai kendaraan. Persatuan harus bertumpu pada tauhid dan syahadatain. Islam agama Allah. Kekuatannya terletak pada Islam itu sendiri. Allah menjamin penjagaan terhadapnya.
Allah berfirman,
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Qs. Al-Hijr: 9)
Sedangkan agama selainnya, jaminan ada di tangan tokoh-tokoh agamanya.
Allah berfirman.
بِمَا اسْتُحْفِظُواْ مِن كِتَابِ اللّهِ
“Disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab.” (Qs. Al Maaidah: 44)
Kalau mereka tidak menjaganya, maka akan berubah. Ia bagaikan sesuatu yang mati. Harus digotong. Tidak dapat menyebar, kecuali dengan dorongan sekian banyak materi. Sedangkan Islam pasti tetap akan terjaga. Karena itu, masa depan ada di tangan Islam. Islam pasti menyebar ke seantero dunia. Allah telah menjelaskannya dalam Al Quran, demikian juga Nabi dalam Sunnahnya. Kesempatan kali ini cukup sempit, tidak memungkinkan untuk menyebutkan seluruh dalil. Tapi saya ingin mengutip sebuah ayat.
مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاء ثُمَّ لِيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ
“Barang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” (Qs. Al-Hajj: 15)
Dalam Musnad Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Amr, kami bertanya kepada Nabi, “Kota manakah yang akan pertama kali ditaklukkan? Konstantinopel (di Turki) atau Rumiyyah (Roma)?”Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Konstantinopel-lah yang akan ditaklukkan pertama kali, kemudian disusul Rumiyyah.” Yaitu Roma yang terletak di Italia. Islam pasti akan meluas di seluruh penjuru dunia. Pasalnya, Islam bagaikan pohon besar yang hidup lagi kuat, akarnya menyebar sepanjang sejarah semenjak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Islam adalah agama (yang sesuai dengan) fitrah. Kalau anda ditanya, bagaimana engkau mengetahui Robb-mu. Jangan engkau jawab, “dengan akalku,” tapi jawablah, “dengan fitrahku.” Oleh karena itu, ketika ada seorang atheis yang mendatangi Abu Hanifah dan meminta dalil bahwa Allah adalah Haq (benar), maka beliau menjawab dengan dalil fitrah. “Apakah engkau pernah naik kapal dan ombak mempermainkan kapalmu?” Ia menjawab, “Pernah.” (Abu Hanifah bertanya lagi), “Apakah engkau merasa akan tenggelam?” Jawabnya, “Ya.” “Apakah engkau meyakini ada kekuatan yang akan menyelamatkanmu?” “Ya,” jawabnya. “Itulah fitrah yang telah diciptakan dalam dirimu. Kekuatan ada dalam dirimu itulah kekuatan fitrah Allah. Manusia mengenal Allah dengan fitrahnya. Fitrah ini terkandung dalam dada setiap insan. Dasarnya hadits Muttafaq ‘Alaih. Nabi bersabda: “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.”
Akal itu sendiri bisa mengetahui bahwa Allah adalah Al-Haq. Namun ia secara mandiri tidak akan mampu mengetahui apa yang dicintai dan diridhoi Allah. Apakah mungkin akal semata saja dapat mengetahui bahwa Allah mencintai sholat lima waktu, haji, puasa di bulan tertentu? Karena itu, fitrah itu perlu dipupuk dengan gizi yang berasal dari wahyu yang diwahyukan kepada para nabi-Nya.
Sekali lagi, nikmat dan anugerah paling besar yang diterima seorang hamba dari Allah ialah bahwa Allah-lah yang memberikan jaminan untuk menetapkan syariat-Nya. Dialah yang menjelaskan apa yang dicintai dan diridhaiNya. Inilah nikmat terbesar dari Allah kepada hamba-Nya. Bila ada orang yang beranggapan ada kebaikan dengan keluar dari garis ini dan mengikuti hawa nafsunya, maka ia telah keliru. Sebab kebaikan yang hakiki dalam kehidupan ini maupun kehidupan nanti hanyalah dengan menaati seluruh yang datang dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.
Syariat Islam datang untuk menjaga lima perkara. Allah telah mensyariatkan banyak hal untuk menegaskan penjagaan ini. Islam datang untuk menjaga agama. Karena itu, Allah mengharamkan syirik, baik yang berupa thawaf di kuburan, istighatsah kepada orang yang dikubur serta segala hal yang bisa menjerumuskan ke dalam syirik, dan mengharamkan untuk mengarahkan ibadah, apapun bentuknya, (baik) secara zahir maupun batin kepada selain Allah. Oleh sebab itu, kita harus memahami makna ringkas syahadatain yang kita ucapkan.
Syahadat “Laa Ilaaha Illa Allah”, maknanya: tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, ibadah hanya milik Allah. Ini bagian dari pesona agama kita. Allah mengharamkan akal, hati dan fitrah untuk melakukan peribadatan dan istijabah (ketaatan mutlak) kepada selain-Nya. Sedangkan makna syahadat “Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”, (yakni) tidak ada orang yang berhak diikuti kecuali Muhammad Rasulullah. Kita tidak boleh mengikuti rasio, tradisi atau kelompok jika menyalahi Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. Maka seorang muslim, di samping tidak beribadah kecuali kepada Allah, juga tidak mengikuti ajaran kecuali ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tidak mengikuti ra’yu keluarga, ra’yu kelompok, ra’yu jama’ah, ra’yu tradisi dan lain-lain jika menyalahi Al Quran dan Sunnah.
Dakwah Salafiyah yang kita dakwahkan ini adalah dinullah yang suci dan murni, yang diturunkan oleh Allah pada kalbu Nabi. Jadi dalam berdakwah, kita tidak mengajak orang untuk mengikuti kelompok ataupun individu. Tetapi mengajak untuk kembali kepada Al Quran dan Sunnah. Namun, memang telah timbul dakhon (kekeruhan) dan tumbuh bid’ah. Sehingga kita harus menguasai ilmu syar’i. Kita beramal (dengan) meneladani ungkapan Imam Malik, dan ini, juga perkataan Imam Syafi’i, “Setiap orang bisa diambil perkataannya atau ditolak, kecuali pemilik kubur ini, yaitu Rasulullah.”
Telah saya singgung di atas, agama datang untuk menjaga lima perkara. Penjagaan agama dengan mengharamkan syirik dan segala sesuatu yang menimbulkan akses ke sana. Kemudian penjagaan terhadap badan dengan mengharamkan pembunuhan dan gangguan kepada orang lain. Juga datang untuk memelihara akal dengan mengharamkan khamar, minuman keras, candu dan rokok. Datang untuk menjaga kehormatan dengan mengharamkan zina, percampuran nasab dan ikhtilath (pergaulan bebas). Juga menjaga harta dengan mengharamkan perbuatan tabdzir (pemborosan) dan gaya hidup hedonisme. Penjagaan terhadap kelima perkara ini termasuk bagian dari indahnya agama kita. Syariat telah datang untuk memerintahkan penjagaan terhadap semua ini. Dan masih banyak perkara yang digariskan Islam, namun tidak mungkin kita paparkan sekarang.
Syariat telah merangkum seluruh amal shahih mulai dari syahadat hingga menyingkirkan gangguan dari jalan. Karena itu tolonglah jawab, kalau menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari keimanan, bagaimana mungkin agama memerintahkan untuk mengganggu orang lain, melakukan pembunuhan dan peledakan? Jadi, ini sebenarnya sebuah intervensi pemikiran asing atas agama kita. Semoga Allah memberkahi waktu kita, dan mengaruniakan kepada kita pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah Nabi dengan lurus. Dan semoga Allah memberi tambahan karunia-Nya kepada kita. Akhirnya, kami ucapkan alhamdulillah Rabbil ‘Alamin.
[Diambil dari situs almanhaj.or.id yang disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M rubrik Liputan Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman Tanggal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]
**
Penulis: Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizhahullah

Sering Dibully Teman? Jadikan Bullyan Mereka Sebagai Motivasimu Untuk Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Lagi

     Bully pasti nya sering terjadi dalam hidup kita selama bergaul ataupun saat kita bersama menuntut ilmu. Bully membuli merupakan kegiatan menghina ataupun mengerjain dan menjauhi teman lain yang tidak sesuai dengan dirinya. Membully pasti nya adalah perbuatan yang sangat tidak baik, Banyak kasus karena dibully anak menjadi malas berangkat ke sekolah, takut, bahkan ada yang trauma hingga bunuh diri.
Membully pastinya akan berdampak buruk bagi kejiwaan anak yang mengalaminya. Perasaan minder dan takut seringkali menyelimuti anak korban bully membully. Jika dipikirkan untuk apa sih membully itu, jika memang tidak sesuai dengan dirinya ya sudah biasa saja tidak perlu mengerrjain dan menghina. Apakah iitu memberi kesenangan bagi dirinya, kesenangan karena telah menyakiti orang lain, atau mungkin iri dengan orang lain. Semua itu tidak ada manfaat nya malah lebih baik bila kita bercermin pada diri sendiri serta menghargai orang lain dan menerimanya.

Bukalah pergaulan seluas-luasnya

agar tidak dibully teman
via http://www.missrayyan.com/
Jika kita membuka diri dan memiliki banyak teman pastinya terhindar dari bully. Mungkin kita dibully karena kurang bergaul terlihat sombong dan cuek, sehingga banyak orang yang membully kita. Jika kita memiliki banyak teman dan mau membuka diri mungkin orang lain akan lebih tahu tentang kita dan kepribadian kita malah mereka akan senang berteman dengan kita. Sehingga membuka pergaulan yang luas salah satu cara untuk terhindar dari bully membully. Pastinya lebih senang memiliki banyak teman bukan?, dari pada banyak musuh dan kita dapat memulainya dengan cara membuka pergaulan seuas-luasnya. Sekali-kali berbaurlah bersama teman lain dan jangan terlalu menyendiri.

Dapat mandiri dan mampu bertindak sendirian

Jangan terlihat takut saat sendirian itu menunjukan bahwa kamu itu mampu bertindak sendiri dan tidak bergantung terhadap orang lain. Jika kamu menunjukan hal itu pastinya orang yang ingin membully kamu akan berfikir ulang. Kamu berani bertindak dan tidak membutuh kannya sehingga terserah walaupun kamu dibully sekalipun itu tidak akan berpengaruh pada diri mu karena kamu mampu untuk bertahan dan menyeleseikan semua masalah sendiri dan tidak membutuhkannya.

Tunjukan kamu memiliki bakat yang lebih hebat dari nya

Kamu pasti memiliki bakat yang lebih dari pada dia. Kamu memiliki sesuatu yang patut dibanggakan. Dengan hal itu akan banyak teman yang mengagumi mu dan dia hanya sendiri dan tidak mampu berbuat apa-apa. Atau mungkin buat dia membutuhkan mu, jika dia sangat membutuhkan mu kamu tidak mungkin dibully karena kamu mampu sendiri sedangkan dia tidak. Jadi keadaan akan lebih memilih mu. Tunjukan kamu mampu dan lebih darinya, tunjukan bahwa kamu juga memiliki kelebihan yang patut dibanggakan.

Jangan dengarkan semua hinaannya, yang kamu perlukan hanya fokus pada impianmu

tips saat di bully
Hal berikutnya adalah jangan terlalu mendengarkan hinaan nya, fokuslah pada mimpi mu dan memperbaiki kualitas diri mu. Biarkan dia sepuas-puasnya berbicara namun santai saja jangan pernah memasukannya di hati. Karena hal yang pantas kamu dengarkan adalah omongan yang berkuualitas, sehingga dia tidak pantas kamu dengarkan. Jika ada yang membully mu cukup diam dan pergi itu akan membantu. Pasang wajah datar dan tidak peduli. Jika dia marah atau hendak melakukan kekerasan fisik sediakan semprotan merica atau hal yang tidak terlalu berbahaya lalu lari lah. Dibuat nyantai dan jangan dianggap beban. Jangan memikirkan apa perkataannya.

Beranilah untuk menunjukan sikap padanya

Tunjukan sikap pada nya kalau memang dia sudah melampaui batas. Tidak perlu takut untuk meminta nasehat teman atau keluarga. Jika dia mengerjaimu cuek dan pergi, jika dia menghina mu cukup tersenyum. Mungkin dia lupa bahwa semua orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, dia terlalu memperhatikan kelemahan mu hingga lupa dengan dirinya sendiri. Tunjukan sikap berani pada nya, Jangan mau mengikuti maunya kamu dapat bertahan tanpa dia, jadi buat apa takut pada dia. Tunjukan bahwa kamu mampu dan berani.

Jangan minder dan yakinlah kamu istimewa

Biasanya korban bully terlalu minder dengan dirinya sendiri. Cobalah untuk lebih percaya pada kemampuanmu sendiri. Mungkin kamu merasa dia lebih hebat dan lebih segalanya bagimu, namun cobalah lihat diri mu sendiri kamu lebih hebat darinya. Hati mu tulus dan baik. Apa gunanya memiliki kemampuan yang hebat kepandaian yang hebat jika tidak diikuti dengan hati yang baik. Semua itu tidak ada artinya malah membuat semakin berantakan. Yakinlah pada kemampuanmu kamu memiliki kemampuan lebih, jangan minder dan cari serta kembangkan bakatmu segera. Waktu tidak akan menunggumu hingga siap, kamu sendiri yang harus menyiapkan segala keadaan yang mungkin terjadi

Cewek Wajib Tahu, Nih Ciri Pria Sejati Menurut Islam Yang Cocok Buat Calon Suam

Siapa yang gak mau sih punya calon suami yang soleh dan menjadi idaman wanita. Pasti hampir setiap wanita muslimah kalau ditanya pengen punya suami kaya apa, pasti jawabnya ingin punya calon suami yang soleh. Namun pertanyannya apakah masih ada pria bermiman yang sejati di zaman sekarang ini? Kalau aKamu mengetahui ciri-cirinya tentu mudah banget, bahkan masih banyak loh. Yuk yang mau tau silahkan disimak ciri ciri apa aja sih pria sejati menurut islam

1. Lelaki sejati itu akan selalu ingat Sama Allah dimanapun berada

ciri pria sejati menurut islam
keimananya yang kuat dan teguh bisa mengikat hatinya agar tunduk hanya kepada Allah, dan tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai muslim. ciri pria seperti ini cenderung tidak akan menyimpang dari ajaran agamanya bahkan akan mengajarkan Kamu ke dalam hal kebaikan, selain itu pria ini tidak akan menjerumuskan istrinya ke hal perbuatan yang tidak baik, dia akan selalu mengingatkanmu sholat, serta akan membimbingmu ke jalan yang benar menurut islam, semua itu Dia lakukan semata-mata karena Allah.
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi ALLAH tuhan semesta alam” (QS. Al-An’aam [6]:162).

2. Pria Soleh selalu menghindari perbuatan dan perkataan yang kotor (Akhlak Mulia)

pacaran itu selalu bertengkar
pertengkaran akan selalu ada via http://www.republika.co.id"

Akhlak yang mulia bisa mencegah seseorang dari perkataan dan perbuatan yang tidak menyenangkan, selain itu orang yang memiliki akhlak mulia cenderung selalu menjaga hubungan dengan baik terhadap seseorang maupun kepada sang Penciptanya, jadi tidak aneh jika orang yang punya akhlak mulia selalu disegani orang bahkan akan selalu lembut dan berusaha untuk membahagiakan pasangannya. Pasti mau kaaan dibahagiain terus sama pasanganya?
“Yang paling sempurna imannya di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya.” (HR. Turmudzi)

3. Dia Mampu mengendalikan hawa nafsu dan tidak pernah menjerumuskan Kamu ke hal yang tidak baik

ciri pria sejati
Pria sejati itu selalu mengajak ke dalam kebaikan via http://mieyzazulkifli.blogspot.com/

Pada dasarnya manusia itu memiliki sifat baik dan yang tidak baik, sehingga penting sekali bagi seorang muslim untuk memiliki keribadian yang mampu menahan hawa nafsunya. Selain itu orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu sangat mudah untuk tetap bersabar, tidak mudah emosi, dan selalu beristighfar jika hawa nafsunya sudah merajai dirinya. Tentunya pria dengan ciri seperti ini akan sangat bijak dalam memutuskan sesuatu hal yang penting
“Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)

4. Dia Tidak akan menyia-nyiakan waktu dan selalu menepati janji

Pria sejati akan selalu menepati janji

Sifat ini merupakan hal penting yang harus dimiliki pria islam sejati. Dia tidak akan membuang-buang waktunya selama hidup, selalu memanfaatkan waktu untuk hal yang bermanfaat, bahkan cenderunng selalu menepati janjinya terhadap siapapun. Waktu itu sangat penting dalam islam sehingga Rasulullah sendiri pernah menyinggunggya "hidup sebelum mati, muda sebelum tua, sehat sebelum datang sakit, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin."

5. Selalu menundukan pandangan, dan Kalau melihat perempuan gak akan jelalatan keman-mana

akan selalu menundukkan pandangan
Pandangannya akan terjaga karena Allah

Cowok yang cool dan keren itu akan selalu menundukkan pandangannya saat melihat wanita yang bukan muhrimnya, selain karena keimanan, hal ini untuk mencegah diri agar terhindar dari hawa nafsu. So, yang punya suami dengan sifat seperti ini pasti akan senang deh, karena tentunya julukan mata keranjang gak akan ada pada diri pria dengan ciri seperti ini.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” An-Nur ayat 30:

6. Pria soleh itu bisa bermanfaat untuk keluarga dan orang lain

pria sejati selalu ingin bermanfaat
Bermanfaat bagi keluarga dan orang lain

Pria muslim sejati selain bermanfaat untuk keluarganya maka dia juga bisa bermanfaat buat orang lain, yang dimaksud bermanfaat disini tentunya manfaat yang baik dimanapun Dia berada, sehingga Pria ini akan selalu berfikir bagaimana cara membantu orang lain yang sedang kesusahan dan meringankan beban Masyarakat yang sedang kesulitan, bahkan Dia akan berusaha semaksimal mungkin agar dirinya bisa membantu dan bermanfaat dengan orang lain.
Dengan orang lain saja sangat peduli, bagaimana dengan pasangannya? tentu dia akan berusaha keras untuk membahagiakan Kamu deh..
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir)

7. Jika Dia cinta, Dia akan mengajak kamu menikah Bukan pacaran

pria sejati ajak nikah
Mengajak menikah membuktika Ia serius dalam menjalin hubungan

Sebenernya lelaki yang gentle itu yang berani ngajak nikah, bukan pacaran. kalu Dia cuma ngajakin pacaran itu pertanda dia bukan mulsim sejati. Karena selain membuang waktu, pacaran hanya mendekatkan Kamu dengan kemaksiatan. Tau sendiri kan? kalau sekarang banyak banget anak-anak ABG hamil diluar nikah. yang berawal dari pegang-pegangan, peluk-pelukan, hingga melakukan hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh suami istri. enggak benget deh.
Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)
Itulah pria muslim sejati menurut islam yang cocok banget untuk dijadikan calon Suami

Sabtu, 05 Maret 2016

99 Langkah Agar Kita Bisa Masuk Surga


>01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;

>02. Sabar apabila mendapat kesulitan;

>03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;

>04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;

>05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;

>06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;

>07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;

>08. Jangan usil dengan kekayaan orang;

>09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;

>10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;

>11. Jangan tamak kepada harta;

>12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;

>13. Jangan hancur karena kezaliman;

>14. Jangan goyah karena fitnah;

>15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.

>16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;

>17. Jangan sakiti ayah dan ibu;

>18. Jangan usir orang yang meminta-minta;

>19. Jangan sakiti anak yatim;

>20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;

>21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;

>22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);

>23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;

>24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;

>25. Biasakan shalat malam;

>26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;

>27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;

>28. Sayangi dan santuni fakir miskin;

>29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;

>30. Jangan marah berlebih-lebihan;

>31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;

>32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;

>33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;

>34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila
karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;

>35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;

>36. Jangan percaya ramalan manusia;

>37. Jangan terlampau takut miskin;

>38. Hormatilah setiap orang;

>39. Jangan terlampau takut kepada manusia;

>40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;

>41. Berlakulah adil dalam segala urusan;

>42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;

>44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;

>45. Perbanyak silaturrahim;

>46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;

>47. Bicaralah secukupnya;

>48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;

>49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;

>50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;

>51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;

>52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;

>53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;

>54. Hormatilah kepada guru dan ulama;

>55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;

>56. Cintai keluarga Nabi saw;

>57. Jangan terlalu banyak hutang;

>58. Jangan terlampau mudah berjanji;

>59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan
dunia adalah kehidupan sementara;

>60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat
seperti mengobrol yang tidak berguna;

>61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;

>62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;

>63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;

>64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;

>65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan
dengan kejahatan lagi;

>66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;

>67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;

>68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
>69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang
mendapatkan kesulitan.
>70. Jangan melukai hati orang lain;

>71. Jangan membiasakan berkata dusta;

>72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan
kerugian;

>73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;

>74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;

>75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita

>76. Jangan membuka aib orang lain;

>77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,lihat pula orang
yang lebih erprestasi dari kita;

>78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan
bijaksana;

>79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;

>80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;

>81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan
negara;

>82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;

>83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;

>84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;

>85. Hargai prestasi dan pemberian orang;

>86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;

>87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak
menyenangkan.

>88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma
agama dan kondisi diri kita;

>89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental
kita menjadi terganggu;

>90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;

>91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-
pandailah untuk melupakan jasa kita;

>92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu
dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;

>93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman
kita sebelum dipastikan kebenarannya;

>94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;

>95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban
dan keramahan dan tidak berlebihan;

>96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar
kemampuan diri;

>97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan.
Jangan lari dari kenyataan kehidupan;

>98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan
setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;

>99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan
memiskinkan orang

“Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya
Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-
dosamu.

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia
telah mendapat kemenangan yang besar.” (Surah Al-Ahzab:71)
SUMBER